Kamis, 27 Juni 2019

Pengertian Deflasi: Faktor Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya.

Apa itu deflasi? Pengertian deflasi adalah sebuah fenomena dimana harga-harga barang mengalami penurunan secara terus-menerus dalam periode yang relatif singkat. Selain harga barang yang turun, biasanya deflasi juga akan diikuti oleh turunnya upah tenaga kerja.
Deflasi merupakan kebalikan dari inflasi. Inflasi merupakan kondisi dimana peredaran mata uang di pasar terlalu tinggi, sedangkan deflasi adalah kebalikannya dimana peredaran mata uang sangat minim sehingga menyebabkan penurunan harga jual besar-besaran.
Sekilas, mungkin masyarakat akan beranggapan bahwa kondisi deflasi cenderung menguntungkan karena banyak hasil produksi yang dijual dengan harga sangat miring. Padahal jika dilihat dalam sudut pandang ekonomi secara lebih luas, deflasi bisa menyebabkan kekacauan ekonomi terutama dalam bisnis.

Faktor Penyebabnya Deflasi

Perekonomian secara global memang tidak bisa terlepas dari berbagai permasalahan yang berpengaruh langsung terhadap kelangsungan hidup manusia. Tak terkecuali dengan adanya kondisi deflasi di suatu negara.
Adanya deflasi menyebabkan permintaan tinggi terhadap mata uang sehingga nilai mata uang sangat menguat. Berikut beberapa faktor penyebab terjadinya deflasi:

1. Peraturan dari Pemerintah atau Bank Sentral

Mengacu pada pengertian deflasi dimana terjadi defisit peredaran uang, peraturan dari Pemerintah dan Bank Sentral bisa menjadi penyebab utamanya.
Seperti yang pernah terjadi di Spanyol, Pemerintah secara besar-besaran menggalangkan program penghematan biaya yang justru berakibat terjadinya deflasi. Kebijakan pemerintah dengan mentiadakan pajak barang dan jasa juga bisa menjadi penyebab deflasi.

2. Terlalu Banyak Hasil Produksi yang Sama

Jika banyak perusahaan yang menghasilkan produk barang atau jasa yang sama, alhasil akan meningkatkan persaingan untuk mendapatkan konsumen melalui penekanan harga jual. Hal tersebut bertujuan untuk memenangkan persaingan.

3. Penurunan Permintaan Terhadap Hasil Produksi

Banyak bisnis atau perusahaan yang menghasilkan produk tertentu namun tidak memperhitungkan secara tepat kuantitas hasil produksi. Sehingga jika terlalu banyak produksi yang tidak diiringi dengan peningkatan permintaan masyarakat terhadap produk tersebut akan berakibat barang yang tidak laku dijual.

Dampak Deflasi Terhadap Bisnis

Seperti yang sudah dijelaskan dari pengertian deflasi diatas, deflasi bisa berpengaruh secara langsung terhadap kelangsungan bisnis yang sedang Anda jalankan. Beberapa dampak tersebut bisa menjadi dampak positif maupun negatif.
Berikut dampak positif dan negatif deflasi:

1. Dampak Positif Deflasi

  • Menguatnya nilai mata uang
  • Timbulnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menabung untuk memenuhi kebutuhan di masa depan
  • Konsumen cenderung lebih berhemat dalam berbelanja

2. Dampak Negatif Deflasi

  • Menurunnya Pendapatan Sektor Bisnis
Kondisi deflasi pada suatu negara menyebabkan banyak pelaku bisnis yang berlomba-lomba untuk meneka harga jual demi menarik minat konsumen.
Hal ini berakibat pada pemerosotan keuntungan bisnis dan jika kondisi tersebut terus dibiarkan akan memaksa bisnis untuk menghentikan aktivitasnya karena tidak ada biaya produksi.
  • PHK Besar-Besaran
Dari pengertian deflasi dan penyebabnya sudah dikatakan bahwa terjadi peningkatan hasil produksi namun tidak diiringi dengan peningkatan permintaan masyarakat.
Perusahaan yang merugi akibat keuntungan yang rendah akan memutuskan untuk melakukan PHK besar-besaran terhadap karyawannya untuk mengurangi pengeluaran gaji tenaga kerja.
  • Investasi dan Harga Saham Menurun
Jika bisnis terus mengalami kerugian akibat deflasi, maka para investor akan menarik kembali modalnya karena khawatir tidak akan mendapatkan keuntungan. Tentu hal ini sangat tidak baik bagi kelangsungan bisnis Anda.

Upaya Mengatasi Deflasi

Fenomena deflasi tidak boleh dianggap sepele karena bisa membuat roda ekonomi akan terhambat. Deflasi bisa diatasi dengan melakukan beberapa cara, diantaranya:

1. Menurunkan Tingkat Suku Bunga

Salah satu cara untuk mengatasi deflasi adalah dengan menurunkan tingkat suku bunga. Dengan begitu maka jumlah uang yang beredar di masyarakat akan semakin bertambah.
Masyarakat akan lebih memilih untuk memegang uang sendiri ketimbang menyimpannya di Bank. Dengan banyaknya peredaran uang di masyarakat diharapkan hal ini akan meningkatkan jumlah pembelian barang.

2. Menerapkan Kebijakan Moneter

Cara berikutnya untuk mengatasi deflasi adalah dengan menerapkan kebijakan moneter. Kebijakan ini merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Sentral yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah peredaran uang di masyarakat.
Kebijakan moneter ini akan memberlakukan polotik diskonto, yaitu kebijakan yang menurunkan tingkat suku bunga yang ada sehingga masyarakat memilih untuk menarik uangnya dari Bank.

3. Menerapkan Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal juga dapat dilakukan untuk mengatasi deflasi yang terjadi. Apa itu kebijakan fiskal?
Jika kebijakan moneter diberlakukan oleh pihak bank, maka kebijakan fiskal ini diberlakukan oleh pihak pemerintah.

4. Menerapkan Kebijakan Non-Moneter

Kebijakan non-moneter disebut-sebut sebagai cara yang paling efektif untuk mengatasi masalah deflasi. Di dalam kebijakan non-moneter ini terdapat beberapa langkah petning yang akan meningkatkan jumlah uang yang beredar di masyarkat.

Pertumbuhan Ekonomi

Apa itu pertumbuhan ekonomi? Pengertian Pertumbuhan Ekonomi adalah sebuah kondisi dimana meningkatnya pendapatan karena terjadi peningkatan produksi barang dan jasa. Peningkatan pendapatan tersebut tidak dikaitkan dengan tingkat pertumbuhan jumlah penduduk, dan dapat kita lihat dari output yang meningkat, perkembangan teknologi, dan berbagai inovasi di bidang sosial.
Pertumbuhan Ekonomi juga dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan perekonomian negara dalam jangka waktu tertentu untuk menuju kondisi ekonomiyang lebih baik. Pertumbuhan ekonomi identik dengan kenaikan kapasitas produksi yang diwujudkan melalui kenaikan pendapatan nasional.
Suatu negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi diindikasikan dengan kehidupan masyarakatnya yang lebih baik. Lalu apakah suatu negara yang mengalami gejala perkembangan ekonomi berpengaruh terhadap perkembangan suatu bisnis? Tentu saja iya, karena perubahan dari perekonomian masyarakat akan mempengaruhi permintaan persediaan barang dan jasa suatu bisnis.
Di artikel ini akan dibahas bagaimana perkembangan ekonomi dapat mempengaruhi perkembangan bisnis (baca juga: Pengertian Pembangunan Ekonomi)

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi Menurut Para Ahli

Beberapa ahli di bidang ilmu ekonomi pernah memberikan penjelasan tentang perkembangan ekonomi, diantaranya adalah:

1. Adam Smith

Menurut Adam Smith, pertumbuhan ekonomi adalah perubahan tingkat ekonomi pada suatu negara yang bertumpu pada adanya pertambahan penduduk. Dengan adanya pertambahan penduduk maka output atau hasil dari suatu negara akan ikut bertambah.

2. Sadono Sukimo (1985)

Menurut Sadono Sukimo, pengertian pertumbuhan ekonomi adalah perubahan tingkat kegiatan ekonomi yang berlaku dari tahun ke tahun. Untuk mengetahui pertumbuhannya, maka harus dilakukan perbandingan pendapatan nasional negara dari tahun ke tahun, yang kita kenal dengan laju pertumbuhan ekonomi.

3. Budiono (1994)

Menurut Budiono, pengertian pertumbuhan eknomoi adalah sebuah proses pertumbuhan output perkapita jangka panjang yang terjadi apabila ada peningkatan output yang bersumber dari proses intern perekonomian itu sendiri dan sifatnya sementara.
Artinya, pertumbuhan tersebut sifatnya self generating yang menghasilkan suatu kekuatan atau momentum untuk kelangsungan pertumbuhan ekonomi di periode berikutnya.

Ciri-Ciri Pertumbuhan Ekonomi


Menurut Prof. Simon Kuznets, ada enam karakteristik pertumbuhan ekonomi modern yang muncul dalam analisis yang berdasarkan kepada produk nasional dan komponennya, tenaga kerja, penduduk, dan lainnya.
Berikut ini adalah ciri-cirinya:
  1. Terjadi laju pertumbuhan penduduk dan produk per kapita yang cepat
  2. Adanya peningkatan produktivitas masyarakat
  3. Terjadi perubahan struktural yang tinggi
  4. Adanya urbanisasi dalam suatu negara
  5. Melakukan ekspansi ke negara maju
  6. Terjadinya arus barang, modal, dan manusia antar bangsa-bangsa di dunia

Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi


Setelah memahami pengertian pertumbuhan ekonomi dan ciri-cirinya, maka kita juga harus tahu faktor apa yang mempengaruhinya. Berikut ini adalah faktor-faktor perumbuhan ekonomi yang mempengaruhi bisnis:

1. Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia adalah salah satu indikator pertumbuhan ekonomi suatu negara. Faktor SDM dapat mempercepat atau justru memperlambat proses pertumbuhan ekonomi.
Sebagai contoh, ketika suatu negara memiliki peningkatan jumlah pengangguran terhadap penduduknya maka negara tersebut dapat dikatakan sedang mengalami kemunduran.
Penurunan kualitas sumber daya manusia menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran yang diperparah dengan semakin sedikitnya lapangan pekerjaan. Meningkatnya pengangguran bisa memicu semakin tingginya kemiskinan masyarakat.
Hal ini tentu saja akan berpengaruh terhadap permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa dari suatu bisnis atau perusahaan. Masyarakat akan cenderung menghemat pendapatannya dan hanya membelanjakannya untuk hal-hal yang primer saja.

2. Sumber Daya Alam

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Namun, kekayaan SDA tersebut tidak dibarengi dengan kualitas SDM yang baik untuk mengelolanya.
Alhasil, Indonesia seringkali melakukan ekspor barang mentah dan mengimpornya kembali saat barang yang sudah jadi dengan harga yang lebih mahal. Dengan keterbatasan pengelolaan sumber daya alam ini mengharuskan suatu bisnis atau perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan bahan mentah seringkali harus mengimpor bahan dasar dari luar negeri sehingga mengakibatkan produk perushaan jauh lebih mahal daripada ketika harus mendapatkannya dari dalam negeri.
Inilah yang seringkali menjadi dilema di masyarakat kita. Karena masih banyak produk-produk dalam negeri yang dinilai mahal yang membuat permintaannya menurun.

3. Kemajuan IPTEK

Suatu negara dikatakan maju dalam ekonomi ketika mengalami peningkatan dalam penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologinya. Tak terkecuali pada suatu perusahaan yang mengedepankan teknologi untuk menghasilkan suatu barang dan jasa yang lebih efisien.
Penggunaan teknologi yang sudah maju mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut mampu menghasilkan produk lebih cepat dan efisien. Teknologi dalam hal peralatan produksi yang digunakan dapat membantu meminimalisir serapan tenaga kerja sehingga anggaran untuk pegawai dapat dipangkas dan digunakan untuk keperluan lain.
Namun, untuk bisnis yang sedang berkembang umumnya masih sulit untuk menerapakan teknologi dalam usahanya. Karena pembelian peralatan modern dinilai masih mahal dan harus mengimpor dari luar negeri.

4. Tingkat Inflasi

Inflasi juga merupakan salah satu gejala yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Inflasi adalah kejadian dimana laju peredaran rupiah tak terkendali.
Meningkatnya harga-harga berpengaruh terhadap produktifitas bahan baku karena menyebabkan peningkatan biaya operasi perusahaan untuk pemasokan bahan baku. Tidak hanya itu, adanya inflasi akan mempengaruhi gaji pegawai suatu perusahaan.
Terdapat dua tipe inflasi yang dapat berpengaruh langsung terhadap bisnis perusahaan yaitu cos-push inflation dan deman-pull inflation. Cos-push inflation adalah harga produk naik karena perminataan masyarakat naik dan deman-pull inflation adalah kenaikan permintaan masyarakat menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa.

5. Tingkat Suku Bunga

Perkembangan ekonomi mempengaruhi tingkat suku bunga suatu negara. Pertumbuhan ini cenderung membuat tingkat suku bunga mengalami kenaikan karena adanya peningkatan pendapatan masyarakat.
Suku bunga yang tinggi berpengaruh buruk terhadap bisnis atau perusahaan yang umumnya menggunakan modal pinjaman untuk meningkatkan kualitas perusahaan.
Selain itu, adanya suku bunga yang tinggi mempengaruhi permintaan investasi yang rendah tentu ini berdampak buruk terhadap saham perusahaan. Alasannya karena investor lebih menyukai tabungan konvensional daripada harus menginvestasikan uangnya ke perusahaan.
Perkembangan suatu bisnis sangat dipengaruhi secara langsung dari hasil pertumbuhan ekonomi di negara. Kesimpulan yang bisa didapatkan adalah ketika pertumbuhan kearah yang lebih baik maka permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa juga akan naik begitu juga sebaliknya.
Sekian dan Terima Kasih :D :D :D :)

Masalah dan Strategi Pembangunan Ekonomi

Pada dasarnya, tujuan dari suatu negara melaksanakan pembangunan adalah untuk mengatasi atau keluar dari masalah-masalah yang selama ini dihadapi, dan masalah-masalah tersebut akan penulis bahas pada artikel ini. Sebelumnya, penulis akan menyampaikan terlebih dahulu apa itu pengertian pembangunan ekonomi menurut beberapa referensi yang penulis ambil, yaitu :
Adam Smith dalam Suryana (2010), pembangunan merupakan proses pendapatan dua aspek utama, yaitu pertumbuhan Output total dan pertumbuhan penduduk.
Michael Todaro dalam suryana (2010), pembangunan diartikan sebagai proses dimensional yang melibatkan perubahan-perubahan besar dalam struktur sosial, sikap-sikap mental yang terbiasa, dan lembaga nasional termasuk pula percepatan atau akselerasi pertumbuhan ekonomi, pengurangan kesenjangan, dan pemberantasan kemiskinan absolut.
Sadono Sukirno (2011), pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi.
Kinanti Geminastiti (2016) menyatakan bahwa Pembangunan Ekonomi merupakan pekerjaan rumah yang begitu besar bagi pemerintah. Dalam prosesnya, hal itu membutuhkan sebuah perencanaan yang matang agar pembangunan dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan dalam pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan menghitung adanya pertambahan jumlah angka penduduk yang disertai dengan adanya perubahan mendasar dalam struktur ekonomi (fundamental).
Pembangunan ekonomi sangat mendorong pertumbuhan ekonomi. Maka dari itu, apabila pembangunan ekonomi pada suatu negara tidak berjalan atau tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, maka akan sangat berpengaruh terhadap jalannya pertumbuhan ekonomi pada negara tersebut. Pada artikel ini penulis akan membahas tentang masalah pembangunan ekonomi yang dialami oleh negara berkembang.
Secara umum, permasalahan pembangunan ekonomi yang sering dialami oleh negara berkembang yaitu pengangguran, kemiskinan,ketimpanga dalam distribusi pendapatan, dan tingginya angka pertumbuhan penduduk. Hal ini menunjukkan ketida merataan kesejahteraan masyarakat yang merupakan penghambat proses pembangunan ekonomi. Berikut ini adalah penjabaran dari beberapa masalah pembangunan ekonomi tersebut.
1. Kemiskinan
Herlan firmansyah (2016) menyatakan bahwa kemiskinan sering kali menjadi masalah yang tidak pernah terselesaikan dalam setiap tahapan pembangunan ekonomi negara berkembang
Hal tersebut diakibatkan adanya siklus yang terjadi secara berulang dan sulit terselesaikan, yang sering diistilahkan dengan lingkaran kemiskinan yang merupakan serangkaian kekuatan yang saling mempengaruhi secara sedemikian rupa sehingga menimbulkan keadaan dimana suatu negara akan tetap miskin dan akan tetap mengalami banyak kesukaran untuk mencapai tingkat pembangunan yang lebih tinggi.
Mengapa kemiskinan menjadi salah satu masalah dalam pembangunan ekonomi? Hal ini dikarenakan pembanguan ekonomi yang tujuan salah satunya adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat atau mensejahterakan masyarakat, apabila semakin banyaknya kemiskinan di suatu negara maka tujuan dari pembangunan ekonomi tersebut tidak terpenuhi atau tidak berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Maka dari itu banyaknya angka kemiskinan pada suatu negara sangat berpengaruh terhadap jalannya pembangunan ekonomi.
2. Pengangguran
Edy Hermansyah (masalah pembangunan manusia kependudukan pengangguran dan migrasi) menyatakan bahwa masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di Negara Negara berkembang seperti di Indonesia
Hal ini sudah tidak asing lagi ketika kita membicarakan masalah pengangguran yang ada di Indonesia. Pengangguran ini terjadi karena jumlah pencari kerja lebih besar dari jumlah peluang kerja yang tersedia dan masih adanya anak yang putus sekolah sehingga kesulitan untuk mencari pekerjaan serta terjadinya pemutusan hubungan kerja atau PHK karena krisis global.
Tujuan pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya adalah meninkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus. Jika tingkat pengangguran disuatu negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan. Hal ini terjadi karena pengangguran berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian. 
Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya, hal ini terjadi karena pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah dari pada pendapan potensial (pendapatang yang seharusnya).
Oleh karen itu kemakmuran yang dicapai masyarakat pun akan lebih rendah. Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sektor pajak berkurang. Jika penerimaan pajak menurun, dana untuk kegiatan ekonomi pemerintah juga akan berkurang sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus menurun. 
Adanya pengangguran akan menyebabkan daya beli masyarakat akan berkurang sehingga permintaan terhadap barang-barang hasil produksi akan berkurang. Keadaan demikian tidak merangsang kalangan investor untuk melakukan perluasan atau pendirian industri baru, dengan demikian tingkat investasi menurun sehingga pertumbuhan ekonomi pun tidak akan terpacu.
3. Ketimpangan dalam distribusi pendapatan
Leni Permana (2009) menyatakan bahwa masalah kemiskinan seringkali dihubungkan dengan masalah ketidakmerataan distribusi pendapatan. Pertumbukan ekonomi yang terus-menerus tidak selalu dapat mengurangi tingkat kemiskinan atau pertumbuhan ekonomi tidak berkorelasi positif dengan distribusi pendapatan.
Ketimpangan distribusi pendapatan membuat jurang si kaya dan si miskin semakin curam yang mengakibatkan terjadinya kecemburuan sosial dan berpotensi untuk memicu terjadinya berbagai tindak kriminal.
Ketimpangan dapat disebabkan oleh ketidaksetaraan Sumber Daya Alam (SDA), keahlian, bakat, dan kapital (sistem ekonomi dimana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengn tujuan memperoleh keuntungan dalam ekonomi pasar, pemilik modal dalam melakukan usahanya berusaha untuk meraih keuntungan sebasar-besarnya), serta strategipembangunan yang tidak tepat yang berorientasi pada pertumbuhan.
4. Tingginya angka pertumbuhan penduduk
Tingginya angka pertumbuhan penduduk disebabkan karena tingginya angka kelahiran di suatu negara, tingginya angka kelahiran disebabkan karena pada saat ini banyaknya atau maraknya pernikahan dini yang mengakibatkan kehamilan dini pula. Dan banyak pula orang-orang yang beranggapan bahwa banyak anak banyak rezeki, dan ada pula yang beranggapan bahwa penerus dalam sebuah keluarga adalah anak laki-laki, sehingga apabila dalam pernikahannya belum memiliki anak laki-laki maka mereka akan berusaha sampai mendapatkan anak laki-laki.

2. STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI
Seperti kita ketahui bersama bahwa salahsatu tujuan penting perencanaan ekonomi dinegara sedang berkembang termasuk di Indonesia adalah untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Untuk meningkatkan pertumbuhan tersebut berarti perlu juga meningkatkan laju pembentukan modal dengan cara meningkatkan tingkat pendapatan, tabungan dan investasi.
Untuk Negara Indonesia peningkatan laju pembentukan modal ini menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah kemiskinan masyarakat Indonesia itu sendiri.hal ini diakibatkan karena tingkat tabungan yang rendah, tinglat tabungan rendah karena tingkat pendapatan juga rendah akibatnya laju investasi juga rendah dan berpengaruh pada rendahnya modal dan produktivitas. Keadaan inilah yang sering disebut dengan lingkaran setan kemiskinan.
Salah satu cara umtuk memotong lingkaran setan ini adalah diperlukan suatu pembangunan yang terencana. Ada dua cara untuk memotong lingkaran setan tersebut yaitu:
  • Melakukan pembangunan yang terencana dengan mencari modal dari luar negeri yang disebut industrialisasi yang diproteksi.
  • Dengan cara menghimpun tabungan wajib yang disebut indutrialisasi dengan kemampuan sendiri.
Dasar pemikiran timbulnya perencanaan tersebut adalah:
  • Untuk memperbaiki dan memperkuat mekanisme pasar.
  • Umtuk mengurangi pengangguran
Jadi singkat kata bahwa perencanaan pembangunan sangat diperlukan karena merupakan jalan terbaik untuk mengatasi kemiskinan di Negara berkembang khususnya di Negara Indonesia. Perencanaan yang baik diperlukan untuk mengatasi ketimpangan distribusi pendapatan dan kesejahteraan, meningkatkan pendapatan nasional dan pendapatan perkapita, meningkatkan kesempatan kerja dan untuk pembangunan secara keseluruhan.

Edi Wibowo (perencanaan dan strategi pembangunan di Indonesia) yang menyatakan bahwa perencanaan ekonomi adalah usaha secara sadar dari suatu pemerintahan untuk mempengaruhi, mengarahkan serta mengendalikan perubahan variable-variabel ekonomi yang utama (misalnya GDP (Gross Domestik Product), konsumsi, investasi, tabungan dan lain-lain). Suatu rencana ekonomi bis juga dianggap serangkaian sasaran atau target ekonomi secara kuantitatif yang khusus yang harus dicapai dalam suatu jangka waktu tertentu.rencana ekonomi bias mencakup keseluruhan (komprehensif) maupun secara parsial (sebagian).

Adapun strategi pembangunan ekonomi yang dapat dilakukan oleh suatu Negara adalah sebagai berikut :
1. Strategi pertumbuhan
Strategi pembangunan ekonomi Negara Terpusat pada pembentukan modal,serta menanamkan secara seimbang,terarah dan memusat. Selamjutnya bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat kebawah atau melalui tindakan koreksi Pemerintah mendistribusikan hasil pembangunan. Kritik paling keras dari strategi yang pertama ini adalah bahwa kenyataan yang terjadi adalah ketimpangan yang semakin tajam.
2. Strategi pembangunan dengan pemerataan
Konsep strategi ini adalah dengan ditekankannya peningkatan pembangunan melalui teknik social engineering, yaitu penyusunan perencanaan induk dan paket program terpadu. Jika pembangunan ekonomi ingin terlaksanakan diperlukan sarana untuk menunjang kegiatan ekonomi, terutama penyediaan pasilitas pendidikan,kesehatan dan jalan raya.
3. Membuat dan melaksanakan perencanaan pembangunan
Tujuannya tentu untuk mencapai sasaran pembangunan ekonomi, namun demikian, apa arti perencanaan tanpa pelaksanaan. Oleh karna itu, dalam perencanaan ini perlu adanya dukungan pemerintah dan pengawasan dari seluruh masyarakat.
4. Mengembangkan kegiatan ekonomi
Sector pertanian sebenarnya menjanjikan jika dikelola dengan baik.misalnya para petani menggunakan bibit unggul dan kemudian menggunakan mesin bertegnologi canggih naming hal ini memerlukan modal yang tidak sedikit. Pemerintah ikut mendukung untuk kegiatan moderenisasi ini,mulai dari sosialisasi hingga pemberian subsidi bagi mpara petani tersebut. Masalah permodalan untuk perubahan struktur ekonomi ini tentunya akan teratasi jika pendidikan meningkat, terlaksananya pembangunan ekonomi, serta tabungan dan investasi.
5. Meningkatkan tabungan dan investasi
Tabungan dan investasi merupakan modal yang sangat penting dalam pembangunan. Dengan perbaikan kualitas pendidikan, masyarakat akan berupaya untuk meningkatkan produktifitas dan pendapatannya sehingga dapat meningkatkan tabungan dan investasi.
6. Meningkatkan kualitas pendidikan
Pendidikan merupakan unsur penting pembentuk kepribadian bangsa dan kualitas masyarakatnya. Dibernagai Negara pendidikan selalu diutamakan dlam setiap pembahasan strategi yang dibuat pemerintah untuk memejukan pembangunan ekonominya. Kebijakan pendidikan di Indonesia wajib belajar Sembilan tahun yang kemudian ditingkatkan menjadi wajib belajar 12 tahun. Setelan menempuh pendidikan wajib belajar 12 tahun pemerintah juga sering kali membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk mendapatkan beasiswa ke perguruan tinggi,bahkan program ini diikuti oleh banyak pihak swasta dalam upaya membangun kualitas bangsa.
7. Strategi ketergantungan
Inti dari konsep strategi ketergantungan adalah "kemiskinan dinegara Negara berkembang disebabkan adanya ketergantungan Negara tersebut dari pihak atau Negara lainya". Namun, kita dituntut untuk mandiri. Teori tersebut kemudian dikeritik oleh khotari dengan menyatakan " teori ketergantungan tersebut cukup relapan, namun sayangnya semacam dalih kenyataan dari kurangnya usaha".
8. Strategi pendekatan kebutuhan pokok
Sasaran dan strategi ini adalah menanggulangi kemiskinan secara masal. Jika kebutuhan pokok tidak mungkin dapat dipenuhi jika pendapatan hasil rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada kepengangguran sebaiknya usaha usaha lebih mengarahkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan,kebutuhan pokok dan lain lain.

3. KEBIJAKAN PEMBANGUNAN EKONOMI
Dwi Panca Agustini (kebijakan pembangunan ekonomi) menyatakan bahwa Kebijakan ekonomi adalah beberapa peraturan atau batasan-batasan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Tujuan dibuatnya kebijakan ekonomi yaitu untuk meningkatkan taraf hidup atau tingkat kesejahteraan masyarakat. Kebijakan ini terbagi menjadi 3 yaitu : kebijakan ekonomi mikro, kebijakan ekonomi meso, dan kebijakan ekonomi makro kebijakan tersebut sebagai berikut:
1. Kebijakan ekonomi mikro
Kebijakan ekonomi mikro adalah kebijakan pemerintah yang ditujukan pada semua perusahaan tanpa melihat jenis kegiatan yang dilakukan oleh atau disektor mana dan di wilayah mana perusahaan yang bersangkutan beroperasi contohnya kebijakan tentang harga eceran minimum atau maksimum barang tertentu dipasar, kebijakan tentang operasi pasar baru tertentu. Contoh lain dari kebijakan ekonomi mikro adalah kebijakan kemitraan antara perusahaan besar dan perusahaan kecil di semua sector ekonomi, kebijakan kredit bagi perusahaan kecil disemua sector dan lain-lain.
2. Kebijakan ekonomi meso
  • Kebijakan ekonomi miso dibagi menjadi 2 arti yaitu sebagai berikut :
    a.Kebijakan ekonomi miso dalam arti sektoral adalah suatu kebijakan ekonomi yang khusus ditujukan pada sector-sector tertentu. Setiap departemen pemerintah mengeluarkan kebijakan sendiri, yang bias sama atau berbeda untuk sector nya. Contohnya kebijakan tentang jaminan social tenaga kerja, kebijakan tentang distribusi barang, kebijakan tentang tata niaga barang pada sector tertentu.
  • Kebijakan ekonomi miso dalam arti regional adalah suatu kebijakan ekonomi yang ditujukan pada wilayah tertentu. Misalnya kebijakan industri ragional dikawasan timur Indonesia (KTI). Contohnya kebijakan tentang investasi dan pembangunan infrastruktur di wilayah Indonesia timur.
3. Kebijakan ekonomi makro
    Kebijakan ekonomi makro adalah suatu kebijakan ekonomi yang mencakup semua aspek ekonomi pada tingkat nasional secara ke seluruhan. Meliputi kebijakan fiscal, kebijakan moneter, kebijakan nilai tukar, kebijakan sector riil atau kebijakan perdagangan. Kebijakan makro ini bisa mempengaruhi kebijakan meso (sektoran atau regional), kebijakan mikro menjadi lebih atau kurang efektif. Instrumen yang digunakan untuk kebijakan ekonomi makro adalah tarif pajak, jumlah pengeluaran pemerintah melalui APBN, ketetapan pemerintah dan interfensi langsung dipasar valuta untuk mempengaruhi nilai tukar mata uang rupiah terhadap valas. Tujuan kebijakan ekonomi makro umumnya adalah mencapai kemakmuran masyarakat yang ditandai dengan inkador kesejahteraan ekonomi makro berupa pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inflasi yang terkendali.
Tujuan kebijakan ekonomi makro ialah untuk meningkatkan dan mempertahankan kestabilan perekonomian dalam Negeri, namun pada kenyataan nya tujuan dari kebijakan ekonomi makro sangat luas dan tidak hanya terbatas dalam dua hal itu saja. Berikut tujuan kebijakan ekonomi makro yaitu adalah memperluas lapangan pekerjaan, meningkatkan skala produksi dalam Negeri, meningkatkan pendapatan nasional, menstabilkan neraca pembayaran luar negeri, meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, menjaga kestabilan ekonomi, pemerataan distribusi pendapatan, dan mengendalikan inflasi.

Sekian Penjelasan Dari Saya, Lebih dan Kurangnya. Mohon dimaafkan, karena saya juga dalam Masa Belajar. :) :) :) 

Definisi Ekonomi Pembangunan

Sebagian dari Anda mungkin masih belum mengetahui apa itu ekonomi pembangunan dan apa yang dipelajari pada ilmu ekonomi pembangunan?
Secara umum, ekonomi pembangunan adalah sebuah cabang ilmu ekonomi yang menganalisis masalah-masalah yang dihadapi oleh negara yang sedang berkembang dan mencari solusi atau cara-cara untuk mengatasi permasalahan tersebut agar pembangunan ekonomi dapat berkembang dengan lebih cepat.

Perbedaan Ekonomi Pembangunan dan Pembangunan Ekonomi

Tahukah Anda bahwa ekonomi pembangunan dan pembangunan ekonomi merupakan 2 hal yang berbeda?
Menurut pakar ekonomi pembangunan asal Indonesia Lincolin Arsyad, ekonomi pembangunan adalah bidang studi dalam ilmu ekonomi yang mempelajari tentang masalah-masalah ekonomi di negara-negara berkembang dan kebijakan-kebijakan yang perlu dilakukan untuk mewujudkan pembangunan ekonomi.
Sedangkan, pembangunan ekonomi adalah suatu usaha dalam perekonomian guna mengembangkan kegiatan ekonomi sehingga infrastruktur dapat meningkat, pertumbuhan ekonomi dapat semakin meningkat dan berkembang, taraf pendidikan serta teknologi semakin maju.
Jika ditelaah lebih jauh, definisi pembangunan ekonomi telah dikemukakan oleh beberapa ahli ekonomi, di antaranya adalah:
  • Adam Smith, menjelaskan bahwa definisi pembangunan ekonomi adalah proses perpaduan antara pertumbuhan penduduk dan kemajuan teknologi. Bertambahnya penduduk suatu negara harus diimbangi dengan kemajuan teknologi dalam produksi untuk memenuhi permintaan kebutuhan dalam negeri.
  • Schumpeter, menjelaskan bahwa definisi pembangunan ekonomi adalah perubahan pendapatan per kapita dan pendapatan nasional yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak terputus.
  • Sadoro Sukirno, menjelaskan bahwa definisi pembangunan ekonomi adalah proses untuk meningkatkan pemasukan atau pendapatan perkapita suatu negara dengan cara mengolah potensi ekonomi menjadi bentuk rill.
  • Simon Kuznets, menjelaskan bahwa definisi pembangunan ekonomi adalah meningkatnya kemampuan suatu negara untuk menyediakan beragam barang yang dibutuhkan penduduknya dalam jangka panjang
Dari berbagai definisi di atas, kesimpulannya: pembangunan ekonomi adalah suatu usaha yang dilakukan oleh negara sedangkan ekonomi pembangunan adalah suatu ilmu ekonomi yang harus dipelajari untuk mewujudkan pembangunan ekonomi tersebut.
Jika Anda tertarik untuk mempelajari ilmu ekonomi pembangunan, sebaiknya Anda perlu mengetahui secara detail dari ekonomi pembangunan tersebut.
Seperti awal mula berkembangnya ilmu ekonomi pembangunan, tujuan dari ekonomi pembangunan, fungsi ekonomi pembangunan, ruang lingkup yang dipelajari di ekonomi pembangunan, dan materi apa saja yang ada di ilmu ekonomi pembangunan. Semuanya akan di bahas di artikel ini.

Awal Mula Berkembangnya Ekonomi Pembangunan

Ekonomi pembangunan bukanlah merupakan ilmu yang baru ada, karena bidang ilmu ekonomi ini sedikit terabaikan oleh beberapa sebab.
Pertama, beberapa negara berkembang sebelum perang dunia ke-2 merupakan daerah jajahan, sehingga negara penjajah merasa tidak perlu memperhatikan perkembangan daerah jajahan tersebut.
Kedua, masih kurangnya keinginan dari para pemimpin negara atau daerah yang dijajah untuk membahas masalah-masalah pembangunan ekonomi.
Mereka memiliki dasar pemikiran bahwa pembangunan ekonomi hanya dapat dilakukan jika penjajahan berakhir.
Oleh karena itu, mereka hanya berfokus untuk mendeklarasikan kemerdekaan negaranya dan belum memikirkan masalah-masalah pembangunan ekonomi negara mereka.
Terakhir, penelitian dan analisis mengenai masalah pembangunan ekonomi masih terbatas.
Pasalnya, pada masa perang dunia ke-2 para ekonom (khususnya ekonom barat) lebih memfokuskan perhatiannya terhadap masalah pengangguran dan krisis ekonomi.
Penyebabnya, pada dekade awal abad ke-20 masalah depresi dan pengangguran dianggap masalah utama yang harus diatasi.
Akan tetapi, kondisi mulai berubah setelah perang dunia ke-2 berakhir.
Penelitian dan analisis terhadap pembangunan ekonomi mulai berkembang dan meningkat secara signifikan.
Hal tersebut didasari oleh beberapa hal. Pertama, meningkatnya keinginan dari negara-negara bekas jajahan untuk mengejar ketertinggalan mereka dengan negara bekas penjajahnya.
Beberapa negara seperti Indonesia, India, dan Pakistan merupakan negara bekas penjajahan yang masyarakatnya relatif miskin dan menghadapi masalah kependudukan yang cukup serius.
Kedua, meningkatnya perhatian negara-negara maju terhadap negara sedang berkembang, sehingga negara maju bersedia untuk membantu proses pembangunan di negara sedang berkembang.
Negara-negara maju melakukan hal tersebut karena alasan ekonomi agar hubungan mereka dengan negara sedang berkembang (terutama hubungan perdagangan) dapat berjalan dengan baik.
Dan alasan terakhir, negara maju ingin memperoleh dukungan dalam perang ideologi antara Blok Barat dan Blok Timur.

Tujuan Ekonomi Pembangunan

Ilmu ekonomi pembangunan memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai berbagai macam isu yang terjadi dalam pembangunan ekonomi saat ini, yang dihadapi dan ditemukan di negara-negara sedang berkembang.
Permasalahan yang dibahas adalah mengenai kebijakan-kebijakan pembangunan baik secara teoritis maupun fakta aktual yang terjadi di negara-negara berkembang dan transisi di seluruh dunia.
Khususnya, negara di Asia, Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, dan negara-negara transisi di Eropa.

Fungsi Ekonomi Pembangunan

Secara umum, ekonomi pembangunan memiliki fungsi dalam menciptakan upaya-upaya dalam memperbaiki taraf hidup masyarakat di negara sedang berkembang.
Sedangkan bagi civitas atau pelajar, ekonomi pembangunan berfungsi sebagai ilmu dalam memahami permasalahan perekonomian negara-negara berkembang di dunia.
Jika dianalisis satu per satu, beberapa fungsi ekonomi pembangunan adalah sebagai berikut:

#1 Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi dan GDP

Dengan memahami dan mengaplikasikan dengan baik ilmu dari ekonomi pembangunan, maka pertumbuhan ekonomi negara dapat meningkat.
Oleh karena itu, penciptaan lapangan kerja juga akan meningkat yang akan memengaruhi tingkat pendapatan nasional.

#2 Menurunkan Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan

Melanjutkan dari poin 1, karena adanya penciptaan lapangan pekerjaan dalam jumlah besar, maka pendapatan per kapita masyarakat juga akan meningkat.
Akibatnya, pengangguran dan tingkat kemiskinan akan mengalami penurunan.

#3 Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

Dengan mengaplikasikan ekonomi pembangunan, pendidikan masyarakat juga dapat meningkat.
Peningkatan pendidikan tersebut akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, karena pendidikan dan kemampuan ekonomi merupakan faktor dari peningkatan kualitas sumber daya manusia.


Sekian Penjelasan Dari Saya, Lebih Dan Kurangnya. Mohon Maaf. Karena saya Juga Dalam Masa Belajar.. Hehehe :D :D :D 

Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro.

Sebelum mengenal lebih dalam pengertian keduanya secara lebih spesifik, maka sebaiknya anda kenali terlebih dahulu beberapa perbadaannya. Manfaat mengetahui perbedaan teori ekonomi makro dan mikro tentu saja akan mempermudah anda memahami karakteristik keduanya.

Harga dan Nilai Komoditas dari Barang

Pengertian komoditas sendiri adalah sesuatu benda nyata yang relatif mudah diperdagangkan, dapat diserahkan secara fisik, dapat disimpan untuk suatu jangka waktu tertentu dan dapat dipertukarkan dengan produk lainnya dengan jenis yang sama, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh investor melalui bursa berjangka.
Jika anda dibingungkan dengan istilah komoditas, begini saja. Komoditas itu produk yang diperjual belikan dan karakteristiknya harga ditentukan oleh permintaan dan penawaran pasar. Jadi ya komoditas itu = produk, biar tidak bingung dan malas bacanya.
  • Ekonomi Mikro => Harga adalah nilai dari suatu komoditas atau barang tertentu saja. Misalnya harga kopi, harga gula, harga komputer.
  • Ekonomi Makro => Harga adalah nilai dari suatu komoditas secara keseluruhan atau agregat. Misalnya indeks harga konsumen (IHK) sebagai agregat harga dan jasa pada suatu negara.

Unit Analisis dan Apa Saja Cakupannya

Unit analisis adalah batasan apa saja yang dianalisa serta dipelajari pada study dan prakteknya. Dengan mengerti mana saja batasan analisis dari ekonomi makro dan mikro maka anda akan mudah membedakannya.
  • Ekonomi Mikro => Membahas dan menganalisis kegiatan ekonomi secara individual. Maksud dari individual disini adalah bisa anda sebagai rumah tangga konsumsi dan perusahaan sebagai rumah tangga produksi. Misalnya permintaan dan penawaran, pasar, biaya dan laba atau rugi dari suatu perusahaan
  • Ekonomi Makro => Membahas dan menganalisis agregat perekonomikian secara keseluruhan dalam suatu negara. Misalnya pendapatan nasionalinflasideflasiinvestasipertumbuhan ekonomi.

Tujuan Analisis Ekonomi Mikro dan Makro

Tujuan analisis dari teori ekonomi mikro dan makro sangat berbeda. Tujuan dari keduanya tentu saja sudah terlihat pada unit analisis apa saja yang dipelajari.
  • Ekonomi Mikro => Terfokus pada tujuan analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya yang dimiliki agar dapat tercapai kombinasi yang tepat, pengeluaran serendah-rendahnya pendapatan setinggi-tingginya.
  • Ekonomi Makro => Terfokus pada tujuan analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi yang dilakukan, terhadap perekonomian yang terjadi secara keseluruhan pada suatu negara.

Ekonomi Mikro dan Makro Memiliki Konsep Yang Berbeda

Karena begitu luasnya aspek pada ilmu ekonomi, maka di bagi menjadi dua “cabang” ekonomi mikro dan makro. Keduanya mempunyai konsep dasar yang berbeda. Konsep inilah sebenarnya yang menjadi acuan bagi anda dalam mempelajari baik ekonomi mikro dan ekonomi makro.

Konsep Dasar Ekonomi Mikro

Konsep dasar teori ekonomi mikro sebenarnya apa yang anda alami sehari-hari. Baik dalam rumah tangga konsumsi / individu maupun rumah tangga produksi / perusahaan dimana anda bekerja. Konsep ini hanya terdiri dari tiga saja, diantaranya teori produksi, harga dan distribusi.
  • Teori Produksi => Barang dan jasa ada karena diproduksi terlebih dahulu. Pada produksinya memerlukan input sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkannya. Teori produksi ini tidak lain merupakan pemahaman tentang teori produksi yang berkaitan dengan kuantitas dan faktor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, biaya produksi, dan lain sebagainya.
  • Teori Harga => Harga adalah penentu nilai suatu barang atau jasa. Selain itu, harga berkaitan erat dengan interaksi antara permintaan (demand) dan penawaran (supply). Jadi, penentuan harga suatu barang atau jasa dipengaruhi oleh tingkat permintaan konsumen dan penawaran oleh produsen terhadap barang atau jasa tersebut. Harga bersifat fluktuatif, pada teori ini berlaku hukum permintaan dan penawaran.
  • Teori Distribusi => Produksi barang tidak bisa dilakukan tanpa adanya pendistribusian bahan baku. Pengaplikasian modal untuk distribusi, termasuk juga untuk upah pekerjanya. Selain itu, distribusi juga dimaksudkan sebagai bagian dari kegiatan pemasaran (marketing) atau penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Pada proses ini muncul rantai distribusi yang melibatkan peran dari distributor, pedagang grosir, dan juga retail termasuk reseller dan dropshiper.

Konsep Dasar Ekonomi Makro

Berbeda dengan teori ekonomi mikro, pada makro tidak lagi membahas kepentingan pribadi dan individu termasuk kepentingan perusahaan. Pada bahasan teori ekonomi makro lebih mengarah kepada kepentingan roda perekonomian secara umum pada suatu negara.
  • Pengeluaran (Output) dan Pendapatan (Income) => Ukuran output secara makro adalah Produk Domestik Bruto (PDB). Tinggi rendahnya PDB suatu negara dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, akumulasi modal, dan kualitas sumber daya manusia. Jika suatu negara mampu mengadopsi teknologi canggih, memiliki akumulasi modal yang tinggi, dan tingkat pendidikan yang menunjukkan kualitas sumber daya manusia yang tinggi, maka akan memiliki PDB yang tinggi pula. Hal ini berlaku sebaliknya.
  • Tingkat Pengangguran => Akibat tingkat pengangguran tinggi, maka beban negara semakin berat dan pertumbuhan ekonomi menjadi lambat dikarenakan produksi nasional rendah. Selain itu, pengangguran juga berdampak pada tingkat daya beli masyarakat yang rendah sehingga mengakibatkan lesunya perekonomian suatu negara.
  • Inflasi dan Deflasi => Inflasi dan deflasi berkaitan dengan moneter. Inflasi merupakan kenaikan harga umum, sedangkan deflasi kebalikannya, yakni penurunan harga. Perubahan harga yang begitu drastis baik inflasi maupun deflasi berisiko pada terjadinya krisis perekonomian negara secara menyeluruh. Pada kondisi seperti ini maka pemerintah perlu ikut campur tangan dengan menerapkan kebijakan fiskal dan moneter.